Awas… Jika Begini Anda Berarti Mengidap Bipolar

Awas… Jika Begini Anda Berarti Mengidap Bipolar

Tak seperti penyakit fisik lain, gangguan kejiwaan tak bisa langsung terdeteksi secara kasat mata. Perlu pemeriksaan mendalam dari ahli kejiwaan untuk memastikan bahwa seseorang tak hanya
sehat fisiknya, tapi juga sehat jiwanya. Jadi jangan kaget, dalam beberapa kasus kita kerap menemukan orang yang tubuhnya sehat ternyata dimata ahli kejiwaan “bermasalah”.
Contoh kasus dialami Marshanda, pesinetron sekaligus motivator, yang beberapa waktu lalu mengaku ke publik didiagnosa dokter mengidap bipolar. Bipolar yang diderita Marshanda tergolong belum
apa-apa. Aktor senior Hollywood, Robin Wiliams pada Agustus 2014, ditemukan tewas gantung diri, karena tak kuat mengalami perubahan perasaan (mood) secara mendadak yang sulit dikendalikan.
Bipolar adalah satu dari sekian penyakit kejiwaan yang bisa diidap manusia secara sadar ataupun tidak. Data Badan Kesehatan Dunia atau WHO, disebutkan pengidap penyakit kejiwaan makin
bertambah dari tahun ke tahun. Sampai tahun 2016, sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia.
Lalu bagaimana di Indonesia? Meski belum ada angka pasti, diperkirakan pengidap penyakit kejiwaan terus tumbuh. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, di tahun 2013 prevalensi gangguan
mental emosional, diawali gejala-gejala depresi serta kecemasan pada remaja usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang, atau sekira 6% dari jumlah penduduk Indonesia.
Sementara prevalensi gangguan jiwa berat (skizofrenia) mencapai 400.000 orang atau 1,7 per 1.000 penduduk. Untuk memastikan ada tidaknya orang di sekitar kita mengidap penyakit kejiwaan
terutama bipolar, ada baiknya kita mengetahui apa saja gejala penyakit yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Yunani ini.

1. Memiliki perasaan bahagia yang sangat berlebihan, bahkan dalama beberapa kasus merasa paling hebat bagai Tuhan.
2. Sulit berkonsentrasi, hal ini dipicu adanya pikiran yang sering mendadak meloncat dari satu topik ke topik lain.
3. Berbicara sangat cepat dibarengi rasa gelisah, hingga menyebabkan orang di sekitarnya tak memahami apa yang dikatakan.
4. Kuat melek alias begadang melebihi orang pada umumnya tanpa merasa lelah.
5. Sembrono, bertindak tanpa memikirkan akibatnya kemudian. Semisal mendadak keluar dari pekerjaan tanpa punya pekerjaan pengganti.
6. Emosional, tingkat toleransi pengidap bipolar biasanya sangat rendah sehingga dia sering dicap sebagai pembuat onar.
7. Delusi dan halusinasi, mengaku melihat sesuatu yang tak terlihat oleh orang normal, semisal mendengar suara malaikat atau bahkan Tuhan.

Nah… Bila ada orang di sekitar kita menunjukan gejala-gejala seperti di atas, segeralah dibawa ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *