Bondan “Maknyuuus…” dan Selebriti Kuliner Dadakan

 

“Pokoe maknyuuus…,” ucap seorang pria paruh baya seraya menempelkan telunjuk dan jempolnya membuat lingkaran. Begitulah ekspresi Bondan Winarno selepas menikmati sebuah sajian. Selama lebih
dari 10 tahun, ekspresi khas yang akhirnya jadi cap dagang itu, menghiasi program wisata kuliner yang tayang di salah satu TV swasta Indonesia.
Ekspresi yang bisa diartikan makanan atau minumannya enak atau nikmat tersebut, dengan tepat berhasil mengenalkan sosok Bondan ke publik. Jargon maknyus adalah milik Bondan dan Bondan adalah
maknyus, sampai kini melekat di hati pemirsa TV. Hingga akhirnya muncul kabar mengagetkan bahwa dia meninggal dunia pada Rabu (29/11) karena mengidap penyakit jantung.
Membuat jargon atau sebutan khas yang gampang dikenal publik, sebenarnya tak terlalu sulit dilakukan pria kelahiran Surabaya, 67 tahun lalu ini. Sebagai mantan wartawan, dia pastinya jago
mencari kata-kata yang tepat bagi acara TV-nya. Apalagi acara ini juga cocok dengan hasrat Bondan yang semenjak kecil memang gemar akan kuliner Nusantara.
Bisa dikatakan acara “Wisata Kuliner” bukan lagi acara yang bertujuan mengejar rating, tapi tempat Bondan berekspresi lewat lidah atau cita rasanya. Bukan hal aneh, setelah dikunjungi Bondan,
sebuah rumah makan kemudian diserbu penikmat kuliner yang penasaran. Langsung ataupun tidak, Bondan telah merekomendasikan pada publik agar mencoba makanan yang telah dia nikmati.
Bondan berkiprah dikala TV masih jadi trend setter. Dia datang berbekal pengalaman “icip-icip” makanan selama bertahun-tahun. Bukan karena rajin posting makanan di media sosial yang sekarang
banyak dilakukan para selebriti kuliner, yang kadang penilaiannya tak lagi bisa dipegang setelah di-endorse sebuah produk.
Karena sering meliput ke pelosok negeri, Bondan hafal benar apa makanan unggulan tiap daerah. Meminjam istilah fesyen, ujung-ujungnya lidah Bondan bisa mengira-ngira makanan apa yang cocok
dipadu-padankan. Misalnya, menurut dia, kelezatan rendang sangat terasa kala dinikmati bersama singkong kukus bukan dengan nasi.
Walau begitu Bondan tak alergi medsos. Dalam sebuah tayangan YouTube, dia justru memberi sedikit tips yang layak jadi perhatian para penggiat bisnis kuliner. Menurut dia, agar produk
makanannya diserbu pembeli ada baiknya si produsen membuat review produknya dengan cara nyeleneh.
“Yang positif dari produknya itu diceritakan dengan cara lebay. Ambil angle positifnya, kemudikan sajikan dengan cara unik dan menarik,” ucapnya. Selamat jalan Pak Bondan “Maknyuuus” Winarno. Terima
kasih sudah menjadi Bapak Kuliner Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *